Minggu, 29 November 2015

TUGAS 4


1.  Pengertian dari :
a.  Harga
Harga adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu.
b.  Promosi
Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan.
c.   Barang
Barang adalah suatu objek atau jasa yang memiliki nilai.
Barang didefinisikan sebagai suatu produk fisik (berwujud, tangible)  yang dapat diberikan pada seorang pembeli dan melibatkan perpindahan  kepemilikan  dari  penjual  ke  pelanggan, kebalikan dengan suatu jasa (takberwujud,  intangible). Istilah "komoditas" sering digunakan dalam  mikroekonomi  untuk  membedakan  barang  dan  jasa.

2.  Penjelasan masalah harga dapat memberikan dorongan bagi produsen untuk membuat barang serta pengaruh harga bagi konsumen dalam melakukan pembelian
Menurut saya masalah harga dapat memberikan dorongan bagi produsen karena produsen memiliki prinsip ekonomi yaitu dengan cara menekan biaya produksi untuk menghasilkan barang produksi sesuai yang diharapkan.
Contoh tindakan produsen yang berdasarkan prinsip ekonomi, diantaranya :
1.   Menggunakan bahan mentah berkualitas tinggi dengan harga murah
2.   Menetukan lokasi pabrik yang dekat dengan bahan baku
3.    Memilih dan menetapkan barang yang akan diproduksi
4.   Menetapkan jumlah tenaga kerja dan alat-alat produksi agar biaya produksi dapat ditekan serendah-rendahnya
5.    Membuat analisis kebutuhan pasar agar barang yang diproduksi dapat laku terjual
6.   Produsen selalu mengusahakan agar hasil produksinya dibeli konsumen dengan harga terjangkau dengan mutu yang baik dan mampu bersaing
7.   Memperoleh keuntungan sebesar-besarnya

  Pengaruh harga bagi konsumen dalam melakukan pembelian

Menurut pendapat saya pengaruh harga bagi konsumen dalam melakukan pembelian dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
·                     Harga yang tidak tepat akan berakibat tidak menarik bagi para pembeli untuk  membeli barang tersebut. Penetapan harga jual barang yang tepat tidak juga selalu berarti bahwa harga haruslah ditetapkan rendah atau serendah mungkin.
·                     Ketika harga naik produsen juga akan menaikkan produksi sedangkan konsumen akan mengurangi pembelian, sebaliknya jika harga turun produsen akan mengurangi produksi agar barangnya laku di pasar dan konsumen akan membeli ataupun mengkonsumi lebih banyak.
·                     Sering dijumpai bahwa apabila harga barang tertentu itu rendah maka banyak konsumen justru tidak senang karena dengan harga yang murah itu maka semua orang dapat memakai barang tersebut. Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan, sedang unsur lain hanyalah unsur biaya saja. Walaupun penetapan harga merupakan persoalan penting, masih banyak perusahaan yang kurang sempurna dalam menangani permasalahan penetapan harga tersebut. Tingkat harga yang ditetapkan perusahaan berperan bagi konsumen dalam menentukan keputusan pembeliannya, karena dalam keputusan pembeliannya konsumen mengharapkan kualitas dan performa sesuatu produk atau jasa, harga dan biaya yang tidak terlalu mahal dalam artian sepadan dengan kualitas produk, keuntungan sosial sebagai hasil dari pembelian tersebut.



3.  a. Pengertian Pasar
Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Ciri khas sebuah pasar adalah adanya kegiatan transaksi atau jual beli.
b. Contoh perusahaan yang menggunakan orientasi pasar dan manfaat bagi produsen untuk jangka panjang
Contoh dari perusahaan yang menggunakan orientasi pasar adalah CARREFOUR,  TOYOTA, PT. UNILEVER, AQUA.
Manfaatnya untuk produsen dalam jangka panjang adalah mencapai kesuksesaan yang bahkan dapat membuat perusahaan lebih unggul dari perusahaan lain, mendapatkan kepercayaan lebih dari masyarakat.


Senin, 23 November 2015

TUGAS 3


1) FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN UNTUK MEMILIH BADAN USAHA YANG AKAN DIJALANKAN
1.    Jenis usaha yang dijalankan
Hal pertama yang dipertimbangkan adalah jenis usaha apa yang akan dijalankan. Sesuai dengan keinginan, badan usaha yang akan dijalankan bisa dalam bentuk perdagangan, industri dsb. Orang yang ingin membuka usaha, harus selektif dalam memilih jenis usaha yang mengeluarkan modal tidak terlalu besar dengan resiko kerugian kecil.

2.   Batas wewenang dan tanggung jawab pemilik
Ketika menjalankan bisnis, ada 2 hal yang sangat erat berkaitan, yaitu mengenai pengambilan keputusan dan batas kewenangan dalam menjalankan bisnis. Karakter badan usaha sangat menentukan hal ini. Karena tidak semua badan usaha memiliki pemisahan tanggung jawab antara pemilik dengan badan usahanya. Dalam hal memilih CV atau Firma sebagai badan usaha, ketika timbul suatu kerugian, maka kerugian tersebut menjadi tanggung jawab pemiliknya juga, hingga ke harta pribadi. Berbeda dengan Perseroan Terbatas, dimana ada keterbatasan tanggung jawab.

3.   Kapasitas Keuangan dan Kemudahan Pendirian
Umumnya para pebisnis berskala kecil, ingin memilih pendirian badan usaha yang prosesnya sederhana dan biaya sesuai dengan kapasitas keuangannya. Ketika budgetnya tidak mencukupi untuk mendirikan Perseroan Terbatas, seringkali badan yang dipilih adalah CV. Namun yang harus diperhatikan adalah karakter dari badan usaha yang dipilih berikut tanggung jawabnya.

4.   Kemudahan memperoleh modal
Dalam bisnis, pemisahan keuangan pribadi dengan bisnis adalah hal mutlak. Ketika membuat badan usaha, diharapkan dapat membuat rekening atas nama perusahaan tersebut. Sehingga, untuk keperluan permodalan, akan dapat dengan mudah mengajukan ke perbankan atau investor apabila cash flow yang telah berdiri sendiri dan berjalan baik dari bisnis tersebut sudah diletakkan pada wadah khusus, yaitu rekening perusahaan.

5.   Besarnya resiko kepemilikan
Para pengusaha harus memikirkan resiko-resiko yang akan terjadi dalam perusahaannya. Misalnya pengusaha dalam bidang industri akan menggunakan alat-alat produksi yang membutuhkan perawatan sesering mungkin agar terhindar dari resiko kerusakan, cacat, dll.

6.   Perkembangan usaha
Pengusaha haruslah visioner, oleh karena itu optimisme dalam mengembangkan bisnis juga merupakan pertimbangan dalam memilih badan usaha. Seiring dengan perkembangan bisnis, maka tidak hanya omset yang makin besar, namun resikonya juga makin besar. Oleh karena itu perlu disesuaikan dan dipersiapkan strategi memilih badan usaha yang tepat.

7.   Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
Agar usaha dapat terkoordinir dengan baik, pengusaha hendaknya melibatkan pihak-pihak lain yang dapat mendukung jalannya perusahaan. Pihak-pihak tersebut ditempatkan pada bagian-bagian yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

8.   Kewajiban dari peraturan pemerintah
Sebagai warga Negara yang baik, pengusaha harus memperhatikan peraturan-peraturan pemerintah seperti ijin industri, NPWP, akta notaries, pajak dan ijin domilisi.

Dengan mempertimbangkan beberapa faktor di atas, maka diharapkan badan usaha yang dipilih benar-benar sesuai dengan harapan pemiliknya. Seiring dengan perkembangan bisnisnya, maka pemilihan badan usaha juga harus memiliki visi yang jauh ke depan.


2) PENDAPAT SAYA BADAN USAHA KOPERASI LEBIH COCOK UNTUK RAKYAT INDONESIA
Bentuk koperasi cocok dengan bentuk usaha rakyat indonesia,Karena berdasarkan pengalaman, kegiatan saling membantu (gotong royong, solidaritas, dan perhitungan  ekonomi) diantara individu dan usaha, akan lebih berhasil mengatasi permasalahan baik sosial maupun  ekonomi.
Apalagi dalam menghadapi ekonomi pasar dimana persaingan pasar sangat ketat akan menyebabkan  UKM (Usaha Kecil Menengah) semakin tidak berdaya. Dalam ketidak berdayaan ekonomi seperti ini  kekuatan-kekuatan ekonomi  seperti usaha besar akan menguasai UKM baik dalam pemasaran hasil produksi maupun dalam penyediaan  sarana-sarana produksi.  Hal ini menyebabkan usaha-usaha kecil dan  menengah harus bergabung dalam suatu wadah (organisasi), dengan saling membantu dan bekerja  sama tidak saja untuk menghadapi oligopolies dan monopolis, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berproduksi dan memasarkan hasil produksinya. Organisasi tersebut dinamakan koperasi. Para pelopor koperasi telah berhasil memprakarsai organisasi-organisasi  koperasi dan mengembangkan gerakan koperasi, gagasannya dan mengembangkan struktur organisasi koperasi tertentu terutama yang dapat diadaptasikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan, kepentingan-kepentingan khusus dan pada situasi nyata dari kelompok-kelompok orang-orang yang berbeda lingkungan ekonomis dan sosial budaya. Mereka dalam mendirikan tipe koperasi tertentu dengan melalui proses “trial and errors” yang akhirnya berhasil membentuk organisasi koperasi. Dalam melaksanakan fungsi-fungsi inovatif sebagai pemrakarsa-pemrakarsa sebagai pengusaha-pengusaha koperasi yang membuka jalan yang disebut  promotor koperasi.

3) PENDAPAT SAYA MENGENAI PERKEMBANGAN KOPERASI YANG SANGAT LAMBAT WALAUPUN SUDAH DIBANTU PEMERINTAH
Pasang-surut Koperasi di Indonesia dalam perkembangannya mengalami pasang dan surut. Saat ini pertanyaannya adalah “Mengapa Koperasi sulit berkembang?” Padahal, upaya pemerintah untuk memberdayakan Koperasi seolah tidak pernah habis. Hal ini dikarenakan oleh:
·         Kebanyakan pengurus koperasi telah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas;
·         Pengurus koperasi juga tokoh dalam masyarakat, sehingga “rangkap jabatan” ini menimbulkan akibat bahwa fokus perhatiannya terhadap pengelolaan koperasi berkurang sehingga kurang menyadari adanya perubahan-perubahan lingkungan;
·         Bahwa ketidakpercayaan anggota koperasi menimbulkan kesulitan dalam memulihkannya;
·         Oleh karena terbatasnya dana maka tidak dilakukan usaha pemeliharaan fasilitas (mesin-mesin), padahal teknologi berkembang pesat; hal ini mengakibatkan harga pokok yang relatif tinggi sehingga mengurangi kekuatan bersaing koperasi;
·         Administrasi kegiatan-kegiatan belum memenuhi standar tertentu sehingga menyediakan data untuk pengambilan keputusan tidak lengkap; demikian pula data statistis kebanyakan kurang memenuhi kebutuhan;
·         Kebanyakan anggota kurang solidaritas untuk berkoperasi di lain pihak anggota banyak berhutang kepada koperasi;
·         Dengan modal usaha yang relatif kecil maka volume usaha terbatas; akan tetapi bila ingin memperbesar volume kegiatan, keterampilan yang dimiliki tidak mampu menanggulangi usaha besar-besaran; juga karena insentif rendah sehingga orang tidak tergerak hatinya menjalankan usaha besar yang kompleks.



Senin, 09 November 2015

TUGAS 2



1. PENGERTIAN PERUSAHAAN & LINGKUNGAN PERUSAHAAN BESERTA CONTOH
Ø Perusahaan, adalah tempat terjadi nya kegiatan produksi dan berkumpul nya semua faktor  produksi . setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak . bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah , mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaan nya . badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi
Contoh : 1.GARUDA INDONESIA ( PERSERO ) TBK (GIAA) 2.INDIKA ENERGY TBK (INDY)
Ø Lingkungan perusahaan, adalah faktor-faktor ekstern dari perusahaan itu sendiri maupun organisasi yang dapat di bedakan menjadi ;
1. Lingkungan eksternal
   Lingkungan yang tidak berpengaruh langsung kepada perusahaan
   Lingkungan eksternal dapat di bedakan menjadi :
a.Lingkungan eksternal makro
 adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha .
contoh :
- hukum                    
- perekonomian
- pendidikan dan faktor kebudayaan

b.Lingkungan eksternal mikro
   adalah yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan usaha
   contoh :
-         Pemasok / suplayer : yang menunjang langsung operasi perusahaan
-         Teknologi : yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja
-         Pasar : sebagai sasaran produk yang dihasilakan perusahaan

2. Lingkungan internal
    Adalah factor-faktor produksi yang langsung berpengaruh terhadap kegiatan usaha
               Contoh : 1.tenaga kerja 2.peralatan dan mesin                                                                  3.permodalan 4.bahan mentah

2. LETAK & TEMPAT PERUSAHAAN BESERTA CONTOH
- Tempat perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut . tempat kedudukan perusahaan pada umumnya di pengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain , seperti lembaga pemerintah , lembaga keuangan, dan lembaga lain sebagainya .
- Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik / pabrik . letak perusahaan di pengaruhi oleh faktor ekonomi dan merupakan faktor penting penunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya . faktor-faktor yang mempengaruhi biaya , antara lain : ketersediaan tenaga kerja , ketersediaan modal , transportasi , kedekatan pasar , kesesuaian iklim.

 Contoh : 1.perusahaan pertambangan timah Indonesia memiliki perusahaan di pulau Bangka 2.perusahaan batik banyak di dirikan di jogja karna pada mulanya batik di kerjakan oleh wanita keraton untuk mengisi waktu senggang 3.letak perusahaan bahan kimia di tentukan lokasinya dari masyarakat agar tidak terisolir limbah dari pabrik tersebut

- Perbedaan letak perusahaan dan tempat kedudukan perusahaan , terletak pada fungsi nya . tempat kedudukan perusahaan berfungsi sebagai tempat administrasi perusahaan tersebut dan cenderung ke kota-kota besar , sedangkan letak perusahaan berfungsi sebagai pengolah produk ( kegiatan fisik perusahaan melakukan produksi )


3. A. PERBEDAAN PERUSAHAAN & LEMBAGA SOSIAL SERTA CONTOHNYA
         - perusahaan : perusahaan biasanya bersifat komersil , yaitu menawarkan barang dan jasa dengan tujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya
         - lembaga sosial : lembaga sosial lebih bersifat sukarela , yaitu menawarkan barang dan jasa dengan niat untuk menolong dan membantu tanpa mencari keuntungan . biasa nya lembaga social lebih menawarkan jasa .

   B. Untuk perkembangan karir anda lebih memilih PERUSAHAAN atau LEMBAGA SOSIAL ?

         - PERUSAHAAN : Karena perusahaan itu cakupan nya sangat luas selain menawarkan barang dan jasa perusahaan juga bersifat komersil serta perusahaan lebih baik untuk perkembangan karir seseorang. Berbeda dengan lembaga social yang hanya bergerak di bidang jasa saja , perusahaan juga mencakup jangkauan yang sangat luas selain kita mampu menciptakan keuntungan untuk kita sendiri kita juga dapat menciptakan keuntungan buat orang lain yaitu dapat tercipta nya banyak lapangan pekerjaan .